Tuesday, August 7, 2018
Friday, August 3, 2018
Monday, July 30, 2018
Cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Contoh :
Diketahui data
nilai pelajaran statistik 34 mahasiswa sebagai berikut:
Berdasarkan data
tersebut buatkan Tabel Distribusi Relatif?
Jawaban:
Keterangan:
1.
Untuk mendapatkan nilai pada cel F8 maka
rumus exelnya adalah = (E8/$E$15)*100.
Perlu diingat bahwa jumlah total f ( %) harus 100.
2. Bloklah cel F8 s/d F14.
Monday, July 16, 2018
Tabel Distribusi Frekuensi
Di bawah ini adalah
data nilai pelajaran statistik 34 mahasiswa di salah satu perguruan tinggi
swasta di tangerang.
71
|
75
|
57
|
88
|
64
|
80
|
75
|
75
|
81
|
82
|
90
|
68
|
90
|
88
|
71
|
75
|
71
|
84
|
48
|
82
|
72
|
62
|
68
|
74
|
79
|
79
|
|
75
|
57
|
75
|
75
|
68
|
65
|
68
|
80
|
Data yang diperoleh
dari lapangan tersebut masih berupa data mentah yang acak. Data ini sulit
dicerna karena kita belum memperoleh gambaran yang jelas tentang data tersebut.
Untuk memperoleh gambaran yang sederhana dari data tersebut, maka data haruslah
dikelompokkan, disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar, kemudian
memasukkan data tersebut ke dalam
tiap–tiap kelas berdasarkan katagori tertentu maka terbentuklah tabel distribusi frekuensi.
Tabel distribusi
frekuensi disusun bila jumlah data yang akan disajikan cukup banyak, sehingga
kalau disajikan dalam tabel biasa menjadi tidak efisien dan kurang komunikatif.
Selain itu, tabel ini juga dibuat untuk persiapan pengujian terhadap normalitas
data yang menggunakan kertas peluang
normal.[1]
TABEL 1.1 DISTRIBUSI
FREKUENSI
NILAI PELAJARAN
STATISTIK 34 MAHASIS
nilai interval
|
f
|
48 – 54
|
1
|
55 – 61
|
2
|
62 – 68
|
7
|
69 – 75
|
12
|
76 – 82
|
7
|
83 – 89
|
3
|
90 – 96
|
2
|
Jumlah
|
34
|
Dengan melihat contoh
Tabel Distribusi Frekuensi pada Tabel 1.1 di atas, maka istilah-istilah yang
digunakan dalam Tabel distribusi Frekuensi adalah sebagai berikut:
1)
Nilai 48 – 54 disebut kelas interval. Urutan kelas interval disusun
dari data terkecil sampai terbesar. Urutan Kelas interval pertama (48 – 54)
disebut Kelas interval pertama. Urutan
Kelas interval kedua (55 – 61) disebut kelas interval ke dua. demikian seterusnya. Semua kelas interval berada di
sebelah kiri.
2)
Nilai yang berada di sebelah akan adalah nilai frekuensi yang disingkat f. Frekuensi
adalah banyaknya data pada tiap – tiap kelas interval.
3)
Nilai – nilai di kiri kelas interval ( 48, 55, 62, 69, 76, 83 dan 90) disebut ujung bawah kelas. Nilai 48 disebut ujung bawah kelas pertama. Nilai 55
disebut ujung bawah kelas kedua.
Demikian seterusnya.
4)
Nilai – nilai di akan kelas interval ( 54, 61, 68, 75, 82, 89 dan 96 ) disebut ujung atas kelas. Nilai 54 disebut ujung atas kelas pertama. Nilai 61
disebut ujung atas kelas kedua.
Demikian seterusnya.
5)
Panjanng kelas interval ( P ) adalah selisih positif antara tiap dua ujung bawah berurutan. Dalam tabel
tersebut p = 55 – 48 = 7. Semua p sama besarnya, dalam tabel tersebut p = 7.
7)
Selain dari ujung kelas interval ada
lagi yang biasa disebut batas kelas
interval. Ini tergantung dari ketelitian data yang digunakan. Jika data
dicatat hingga satuan, maka batas bawah
kelas sama dengan ujung bawah dikurangi 0,5 dan batas atas kelas ditambah 0,5. Untuk data dicatat hingga satu
desimal, maka batas bawah kelas sama dengan ujung bawah dikurangi 0,05 dan batas atas kelas ditambah 0,05. Kalau
data hingga dua desimal maka batas bawah kelas dikurangi 0,005 dan batas atas
kelas ditambah 0,005. [3]
1. Urutkan
data dari yang terkecil sampai yang terbesar.
2.
Hitung Rentang data
yaitu data tertinggi dikurang data terendah dengan rumus:
R = Data
tertinggi – data terendah
3.
Hitung
banyak kelas dengan aturan sturges yaitu:
K = 1 + 3,3
log n
4.
n = banyaknya data,
hasil akhirnya dibulatkan. Banyak kelas plaing sedikit 5 kelas dan plaing
banyak 15 kelas.
5.
Hitung panjang kelas
interval dengan rumus :
P = R/K
6.
Tentukan ujung bawah
kelas interval pertama. Biasanya diambil
data terkecil atau data yang terkecil dari data yang plaing kecil tetapi
selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang telah didapat.
7.
Selanjutnya kelas
interval pertama dihitung dengan cara menjumlahkan ujung bawah kelas dengan
nilai P =7 tadi dikurang 1.Demikian seterusnya.
8.
Nilai f dihitung dengan
menggunakan tabel penolong sebagai berikut:
TABEL
I. 2 PENOLONG
Nilai
|
Tabulasi
|
f
|
[1]
Sugiyono, 2010, Statistik Untuk penelitian, Bandung,
Alfabeta, cet. ke17, hlm. 1 – 33.
[2]Husaini Usman
dan Purnomo Setiady Akbar, 2011, Pengantar
Statistika, Jakarta, Bumi Aksara,
edisi ke 2, hlm. 70.
[3] Sudjana, 1975, Metoda Statistika, Bandung, Tarsito,
hlm. 46
[4]
Husaini Usman dan Purnomo Setiady
Akbar, 2011, Pengantar Statistiaka, Jakarta, Bumi Aksara, edisi ke 2, hlm. 71
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, H. U. (2011). PengantarStatistika. Jakarta: Bumi Aksara, edisi ke 2.
Sudjana. (1975). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta, cet.ke 17.
PENYAJIAN DATA
Setiap peneliti harus
dapat menyajikan data yang telah diperoleh, baik yang diperoleh melalui
observasi, wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi. Prinsip dasar
penyajian data adalah komunikatif dan lengkap, dalam arti data yang disajikan
dapat menarik perhatian pihak lain untuk membacanya dan mudah untuk memahami
isinya. Penyajian data yang komunikatif dapat dilakukan dengan mudah dengan;
penyajian data dibuat berwarna, dan bila data yang disajikan cukup banyak maka
perlu bervariasi penyajiaannya (tidak hanya dengan tabel saja).
Penyajian data dengan pictogram, (yang dapat
menggambarkan realitas yang sebenarnya) merupakan penyajian data yang paling
komunikatif, tetapi sulit membuatnya dan mahal. Tetapi setelah ada peralatan
computer, pembuatan pictogram dan berbagai model penyajian data menjadi sangat
mudah.
Beberapa cara penyajian data yang akan dikemukakakan di
sini adalah: penyajian dengan tabel, grafik, diagram lingkaran dan pictogram.
Penyajian data hasil
penelitian dengan menggunakan tabel merupakan penyajian yang banyak digunakan,
karena lebih efisien dan cukup komunikatif. Terdapat dua macam tabel yaitu
tabel biasa dan tabel distribusi frekuensi.
Setiap tabel berisi judul tabel, judul setiap kolom,
nilai data dalamsetiap kolom, dan sumber data dari mana data tersebut
diperoleh. Contoh-contoh penyajian dengan tabel biasa ditumjukkan pada tabel
2.1 yang merupakan tabel dengan data nominal; Tabel 2.2 merupakan tabel dengan
data ordinal, dan tabel 2.3 merupakan tabel dengan data interval.
a.
Contoh Tabel Dengan Data Nominal
Telah dilakukan
pengumpulan data untuk mengetahui komponen pendidikan di PT. Lodaya.
berdasarkan studi dokumentasi diperoleh keadaan sebagai berikut:
1. Dibagian keuangan:
jumlah pegawai yang lulus S 1= 25 orang, sarjana
muda = 90 orang,SMU = 45 orang, SMK = 156 orang, SMP = 12 orang, dan SD = 3
orang.
2. Di bagian umum; jumlah
pegawai yang lulus S 1 =5 orang, Sarjana Muda =
6 orang,SMU = 6 orang, SMK = 8 orang, SMP = 4 orang, dan SD = 1 orang.
3. Di bagian penjualan;
jumlah pegawai yang lulus S 1 =
7 orang, SMK = 65 orang, SMP = 37 orang, dan SD = 5 orang.
4. Di bagian Litbang;
jumlah pegawai yang lulus S 3= 1 orang, S 2 = 8 orang, dan S 1 = 35 orang.
Berdasarkan data mentah
tersebut, maka dapat disusun ke dalam tabel seperti ditunjukkan pada tabel 2.1
berikut:
|
No.
|
Bagian
|
Tingkat pendidikan
|
Jumlah
|
|||||||
|
S 3
|
S2
|
S 1
|
SM
|
SMU
|
SMK
|
SMP
|
SD
|
|||
|
1.
2.
3.
4.
|
Keuagan
Umum
Penjualan
Litbang
|
1
|
8
|
25
5
7
35
|
90
6
|
45
6
|
156
8
65
|
12
4
37
|
3
1
5
|
331
30
114
44
|
|
Jumlah
|
1
|
8
|
72
|
96
|
51
|
229
|
53
|
9
|
519
|
|
b.
Contoh Tabel Data Ordinal
Contoh tabel yang
berisidata ordinal ditunjukkan pada tabel 2.2. Data tersebut disusun
berdasarkan hasil penelitian terhadap kinerja apatarur pemerintahan di salah
satu Propinsi di plau jawa. Data ordinal ditunjukkan pada data yang berbentuk
peringkat/ranking. Misalnya ranking kinerja yang paling baik yaitu No. 1 berupa
kinerja kondisi fisik tempat kerja. (kinerja yang berbentuk prosentase,
misalnya 61,9% adalah data rasio).
|
No.
|
ASPEK KERJA
|
KUALITAS KINERJA %
|
RANKING KINERJA
|
|
1.
|
Kondisi fisik kerja
|
61,90
|
1
|
|
2.
|
Alat-alat kerja
|
61,02
|
2
|
|
3.
|
Ortal
|
58,72
|
3
|
|
4.
|
Kemampuan kerja
|
58,70
|
4
|
|
5.
|
Peranan Korpri
|
58,42
|
5
|
|
6.
|
Kepemimpinan
|
58,05
|
6
|
|
Rata-rata Kualitas kerja 59,47
|
|||
Sumber data: Biro Keuangan
c.
Contoh Tabel Data Interval
Contoh tabel yang
berisi data interval ditunjukkan pada Tabel 2.3. Data tersebut merupakan
sebagian kecil hasil penelitian terhadap kepuasan kerja pegawai di salah satu
proponsi di Jawa. Instrumen yang digunakan disusun dengan Skala Likert dengan
interval 1s/d 4, di mana skor 1 berarti sangat tidak puas, 2 tidak puas, 3
puas, 4 sangat puas. Skala Likert tersebut akan menghasilkan data interval.
Berdasarkan 1055 responden, setelah dianalisis hasilnya ditunjukkan dalam tabel
tersebut. Komponen kepuasan meliputi; kepuasan dalam gaji, intensif,
transportasi, perumahan, dan hubungan sosial (antara sesama pegawai, dan
pimpinan). Berdasarkan tabel tersebut, tingkat kepuasan yang paling tinggi
adalah kepuasan dalam pelayanan transportasi, yaitu sebesar 68,60. Skor
tertinggi = 70.
|
No.
|
Aspek Kepuasan Kerja
|
Tingkat Kepuasan
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Gaji
Insentif
Transportasi
Perumahan
Hubungan kerja
|
37,58
57,18
68,60
48,12
54,00
|
Sumber data:
Biro Kepegawaian
Contoh Tabel Distribusi
frekuensi
|
Nilai
Interval
|
Frekuensi
|
|
96 - 104
|
2
|
|
105 - 113
|
1
|
|
114 - 122
|
6
|
|
123 - 131
|
12
|
|
132 - 140
|
13
|
|
141 - 149
|
6
|
|
Jumlah
|
40
|
DAFTAR
PUSTAKA
Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung:
Alfabeta, cet. ke17.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pengujian nomalitas data menggunakan Chi Kuadrat (𝛘𝟐) ala Sugiyono
download Pengujian normalitas data menggunakan chi kuadrat ala Sugiyono.pdf
-
Seperti telah dikemukakan bahwa penelitian itu dilakukan dengan cara ilmiah, sehingga langkah-langkahnya sistematis. Langkah-langkah sistem...
-
download pengujian normalitas data menggunakan chi kuadrat.pdf
-
download Menghitung Modus, Median dan Mean Data bergolong. pdf

